Pastoral Hub
top
i

IFGF Global

PILIH IMAN, BUKAN KETAKUTAN

“Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.”
(Yesaya 41:10 TB)

Dalam perjalanan kita bersama Tuhan, kita terus-menerus dihadapkan pada dua jalan: jalan iman atau jalan ketakutan. Jalan iman mendekatkan kita pada janji-janji Tuhan, sedangkan jalan lainnya menjauhkan kita dari tujuan-Nya.


Alkitab berulang kali berkata, “Jangan takut,” bukan karena tidak ada hal yang menakutkan dalam hidup ini, tetapi karena Tuhan menyertai kita dalam segala sesuatu. Iman bukan berarti menyangkal adanya badai — tetapi memilih untuk percaya kepada Pribadi yang sanggup menenangkan badai.


1. Takut Melumpuhkan, Tetapi Iman Menggerakkan


Ketakutan menyuruh kita untuk diam di tempat. Ia berkata, “Bagaimana jika kamu gagal? Bagaimana jika Tuhan tidak menolong?” Tetapi iman melangkah maju. Dalam Ibrani 11:1 dikatakan: “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.”


Iman melihat melampaui keadaan saat ini. Iman tidak menunggu bukti — iman bergerak karena percaya pada karakter Tuhan. Ingat Abraham? Ia meninggalkan negerinya tanpa tahu ke mana ia akan pergi (Ibrani 11:8), hanya karena Tuhan berkata, “Pergilah.”


2. Takut Melihat Masalah; Iman Melihat Janji


Saat bangsa Israel berdiri di depan Laut Merah, dengan tentara Firaun mengejar dari belakang, takut melihat kematian — tetapi iman melihat pembebasan. Musa berkata dalam Keluaran 14:13, “Jangan takut, berdirilah teguh dan lihatlah keselamatan dari TUHAN…


Apapun bentuk “Laut Merah”-mu — kehilangan pekerjaan, hasil medis yang menakutkan, hubungan yang retak — jangan biarkan ketakutan yang menentukan ceritamu. Biarkan iman berbicara lebih keras. Tuhan tidak membawamu sejauh ini untuk meninggalkanmu.


3. Tuhan Memberi Upah atas Iman, Bukan Ketakutan


Dalam Matius 8:26, ketika murid-murid takut akan badai, Yesus berkata kepada mereka: “Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?”


Perhatikan bagaimana Yesus mengaitkan ketakutan dengan kurangnya iman. Iman mengundang kuasa Allah. Ketakutan justru menjauhkannya. Ketika kita melangkah dalam iman — bahkan hanya satu langkah kecil — kita membuka pintu bagi mukjizat.


Namun, sekarang pertanyaannya: Bagaimana cara menumbuhkan iman? Roma 10:17 berkata: “Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.”


Iman timbul melalui firman Tuhan.


Penuhilah hati kita dengan Firman-Nya. Semakin kita mendengar janji-janji Tuhan, semakin sedikit ruang bagi rasa takut dalam pikiran kita. Musuh menanamkan ketakutan lewat kebohongan — tetapi kebenaran dari Firman Tuhan mengusir semua kebohongan itu.



Karena itu, dorongan saya untuk kita semua — apapun yang sedang kamu hadapi — pilihlah iman. Bukan karena itu mudah, tetapi karena Tuhan setia. Saat ketakutan berbisik, “Kamu tidak bisa,” iman menyatakan, “Tetapi Tuhan bisa!”


Kita tidak diciptakan untuk hidup dalam ketakutan. Kita diciptakan untuk berjalan dalam iman. Tuhan yang sama yang menuntun Daud di lembah, yang menjaga Daniel di gua singa, dan yang membangkitkan Yesus dari kematian — ada bersamamu.


Jadi, pilihlah Iman, bukan Ketakutan. Percayalah dan jangan takut — Tuhan ada untukmu!



Sumber: Jerry Ruslim (Koordinator IFGF Men)

Post a Comment