DISCIPLE SHIFT “FROM LIVING WELL TO LEADING WELL”
3 Yohanes 1:2
Saudaraku yang kekasih, aku berdoasemoga engkau baik-baikdansehat-sehat sajadalam segala sesuatusama seperti jiwamu baik-baik saja.
1 Tesalonika 5:23
Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmuterpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.
INTRODUCTION
Teringat ketika kita naik pesawat dan mendapatkan instruksi sebelum pesawat lepas landas yang mengatakan “Apabila tekanan udara di kabin berkurang secara tiba-tiba, masker oksigen akan keluar. Tarik masker oksigen ke arah Anda, pasang menutupi mulut dan hidung, kaitkan karet di kepala, dan bernafaslah seperti biasa. Penumpang yang membawa anak-anak harus menggunakan masker terlebih dahulu, sebelum mengenakan masker kepada anak Anda.”
Pernahkah terpikir ketika itu terjadi seharusnya kita menolong anak terlebih dahulu, baru kita. Tetapi bagaimana kita dapat menolong anak kita, jika kita sendiri tidak tertolong. Pemikiran ini bukanlah egois, tetapi justru ketika kita bisa bernapas dengan baik, maka kita juga dapat menolong anak kita, bahkan orang lain yg membutuhkan.
Hal ini juga berlaku sebenarnya dalam perjalanan kepemimpinan kita, baik sebagai iCare Leader, iCare Coach maupun Pastor.
OUR BEING MORE THAN OUR DOING
Dalam memimpin atau menggembalakan, kita cenderung untuk melakukan segala sesuatu dan sibuk untuk Tuhan. Hidup kita dipenuhi dengan pelayanan, pekerjaan dan berusaha untuk mengasihi orang lain. Terkadang kita lupa bahwa karakter kita (Our Being) lebih penting daripada aktivitas kita (Our Doing).
Kita terjebak dengan kesibukan tanpa menghasilkan sesuatu yang produktif, bahkan terkadang kita akan mengalami kelelahan dan berhenti di tengah jalan.
As a leader, we’ll always be needed by the people around us
(friends, families, members, co-workers, congregations)
BUT most importantly you’re alsoNEEDED by YOU.
Banyak hal yang dilakukan sebagai pemimpin dan dalam pelayanan menyebabkan kita mengalami kecapekan bahkan terkadang menjadi tidak fokus lagi, banyak tantangan dan masalah yang kita hadapi dan sering menyita waktu dan energi kita bahkan sampai berlebihan. Kita sering lupa bahwa diri kita juga perlu diperhatikan oleh kita sendiri.
Tidak seorang pun mampu mengerjakan segala sesuatu. Semua orang punya keterbatasan, yang jika dilewati akan membuat kelelahan, baik secara fisik, emosi dan mental juga secara spiritual. Batas kemampuan fisik mudah terlihat daripada batas mental, emosi dan spiritual. Umumnya, jika batas kemampuan fisik sudah terlewati maka seseorang akan jatuh sakit. Berbeda dengan batas kemampuan mental, emosi dan spiritual yang tidak langsung dapat terlihat.
Kita perlu menjaga keempat hal ini seimbang dalam hidup kita sehingga kita dapat memimpin dengan lebih baik.
I believe that the greatest GIFT THAT YOU CAN GIVE your family and the world is
A HEALTHY YOU.
(Joyce Meyer)
Healthy emotionally, mentally, physically and spiritually.
Tidak ada hadiah terbesar yang dapat kita berikan kepada orang lain selain kesehatan kita, baik secara emosi, mental, fisik, dan spiritual.
Allah menciptakan kita sebagai manusia yang utuh dalam gambar dan rupa-Nya (Kejadian 1:27). Gambar dan rupa ini termasuk dimensi fisik, rohani, emosi dan mental kita.
Mengabaikan salah satu aspek ini akan menghasilkan konsekuensi yang merusak, baik dalam hubungan kita dengan Allah, orang lain dan diri kita sendiri. Jika kita dapat mengintegrasikan semuanya ini, maka kita akan dapat mengalami dan menikmati janji-janji-Nya dengan lebih baik lagi.
Tuhan Yesus sendiri dalam pelayanan-Nya ketika di dunia, dengan segala kesibukan-Nya, Dia tetap memiliki waktu-waktu sendiri untuk bersekutu dengan Bapa-Nya, untuk menjaga Kesehatan-Nya dengan tidur, makan dan berjalan dari satu tempat ke tempat lain:
- Tuhan Yesus menyendiri untuk berdoa (Markus 1:35, Markus 6:46, Lukas 5:16)
- Tuhan Yesus tidur (Matius 8:24)
- Tuhan Yesus makan bersama-sama dengan murid-murid-Nya, rasul-rasul-Nya (Matius 26:20, Lukas 22:14)
- Tuhan Yesus mengajar, melayani dari satu tempat ke tempat lain (Lukas 8:1, Lukas 13:22)
Sehat secara emosi, mental, fisik dan spiritual dimulai dari Self-Care.
WHAT IS SELF-CARE?
Menurut salah seorang psikolog kesehatan klinis yg bernama Helen L. Coons PhD, Self-Care dapat dikatakan tindakan untuk fisik, emosi, relasi, dan mungkin juga profesional, edukasi, untuk beberapa orang, dapat diartikan sebagai kesejahteraan spiritual yang mencerminkan cara kita menjaga diri kita sendiri pada tingkat yang paling mendasar.
Intinya, Self-Care adalah melakukan perawatan untuk diri kita sendiri dengan cara melakukan hal-hal yang bermanfaat untuk diri kita. Tetapi banyak orang yang menganggap kalau perilaku Self-Care adalah suatu bentuk keegoisan seseorang. Pemikiran seperti ini tentunya salah. Memikirkan orang lain tentunya tidak salah tetapi diri kita pun butuh perawatan dan perhatian juga.
Berikut beberapa hal yang bisa kita aplikasikan dalam menjaga kesehatan diri kita sendiri:
A. EMOTIONAL SELF-CARE
Yang dimaksud dengan Emotional Self-Care adalah sebuah aktivitas yang dapat menolong kita untuk memahami dan mengekspresikan perasaan kita dengan cara yang paling mendasar. Hal-hal yang dapat dilakukan untuk menyegarkan kita secara emosi.
Hal-hal yang bisa dilakukan seperti:
- Menjurnal atau menuliskan perasaan kita
- Bicara kepada coach, mentor atau bahkan terapis
- Melakukan latihan dalam hal penerimaan perasan kita, mungkin kita sedang marah, sedih, terkejut, dll
- Berlatih berbicara di cermin, hal ini menolong kita untuk menghargai diri kita sendiri sebelum orang lain melakukannya, mengatakan pada diri sendiri bahwa kita diciptakan secara dahsyat dan ajaib, bahwa apa yang kita lakukan baik.
B. MENTAL SELF-CARE
Mental Self-Care merupakan aktivitas yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dan meningkatkan rasa kesejahteraan pribadi. Meluangkan waktu untuk melakukan penyegaran akan menolong kita supaya kondisi mental kita menjadi lebih baik.
Hal-hal yang bisa dilakukan seperti:
- Membaca buku
- Belajar sesuatu yang baru
- Merapikan bagian kecil di dalam rumah kita
- Berhenti sejenak dari semua teknologi minimum 1 jam sehari
- Belajar hobi baru.
C. PHYSICAL SELF-CARE
Kita perlu memperhatikan kesehatan fisik kita apabila kita mau melakukan pekerjaan kita dengan efisien dan efektif. Kita rindu memiliki tubuh yang sehat dan pikiran yang sehat dalam melakukan segala aktivitas kita, supaya kita bisa memaksimalkan apa yang dipercayakan Tuhan dalam hidup kita. Jika tubuh kita sakit, maka kita tidak dapat melakukan aktivitas kita dengan baik.
Hal-hal yang bisa dilakukan seperti:
- Memiliki waktu tidur yang cukup
- Mengkonsumsi makanan yang sehat
- Melakukan olahraga dengan rutin seperti berjalan, lari, berenang, bersepeda, dll
- Mengkonsumsi air secukupnya setiap hari.
D.SPIRITUAL SELF-CARE
Perlu sekali kita menjaga kehidupan rohani kita, bagaimana kita memiliki waktu khusus dengan Tuhan. Mengalami pertumbuhan secara rohani di dalam Tuhan dan mengalami perjalanan bersama dengan Dia dalam kehidupan kita sehari-hari. Kita tidak mau perjalanan kekristenan kita hanya sebatas upacara agamawi, kebiasaan ataupun rutinitas yang pada akhirnya kita tidak mengalami pertumbuhan di dalam Tuhan.
Hal-hal yang bisa dilakukan seperti:
- Miliki waktu khusus bersama dengan Tuhan
- Memuji dan menyembah Tuhan melalui lagu-lagu pujian
- Membaca Alkitab secara rutin
- Membaca buku rohani, renungan.
Diperlukan pemahaman yang benar dalam sebuah kepemimpinan, bahwa kita perlu menjaga kesehatan fisik, mental, emosi dan rohani kita dengan baik. Saat hidup kita benar dan seimbang, maka dengan anugerah Allah kita akan memimpin dengan benar.
Mari kita bersama-sama menjaga kesehatan kita, karena kita tidak dapat memberikan, melayani dan memperhatikan orang lain dari apa yang kita tidak miliki.
You can’t pour from an empty cup.
Take care of yourself first.
Sebagai pemimpin, Tuhan mempercayakan kepada kita domba-domba tebusan-Nya untuk kita pimpin dan gembalakan. Oleh sebab itu kita perlu menjaga diri kita, pengajaran, karakter, bahkan terlebih hidup kita yang terus menerus berkenan kepada Tuhan. Hidup yang taat dan setia melakukan apa yang Yesus lakukan.
Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri.
– Kisah Para Rasul 20:28 –
Sumber : Tim Discipleship Global
Selanjutnya: RUANG TUNGGUTUHAN