Perjalanan Island Mission 2022
Indonesia sebagai salah satu negara kepulauan terbesar di dunia dengan kurang lebih 17.000 gugusan pulau-pulau yang tersebar dari Sabang sampai merauke, dari Miangas sampai pulau Rote menjadi tujuan awal dari IFGF Global Mission untuk memulai pelayanan yang disebut Islands Mission (IM); misi ke pulau-pulau dan desa desa yang terpencil di Indonesia.
Pada tahun lalu, perjalanan IM di mulai 4 hari setelah IFGF Conference di kota Bandung yang diadakan pada tanggal 8-14 Agustus 2022. Dengan beranggotakan 13 orang dan di pimpin oleh Ps Daniel Hanafi perjalanan IM dimulai dengan kunjungan pertama menyasar pulau-pulau di gugusan Maluku Barat daya meliputi Pulau Kisar, Pulau Lirang, Pulau Wetar dan berakhir di Atambua Pulau Timor.
Dalam perjalanan IM pertama ini banyak tantangan yang tidak diprediksi sebelumnya, di antaranya :
- kapal yang di bangun dan di gunakan harus terbakar
- angin timur yang bertiup kencang menghambat laju dari kapal yang kami gunakan
- kapal bocor
- medan yang sukar, membuat kendaraan yang kami gunakan terjerembab ke sungai kecil
- penolakan dari gereja-gereja suku
Selama bulan September, IM telah membangun komunikasi yang baik dengan gereja-gereja lokal dan komunitas rohani khususnya di kota Atambua (kota perbatasan antara Indonesia dan Timor Leste). Dengan pendekatan personal IM mulai dapat diterima bahkan di bukakan jalan untuk bersinergi dengan gereja suku GMIT (Gereja Masehi injili Timor) yang sudah berusia 70-80 tahun keatas, untuk melakukan penjangkauan dalam bentuk ibadah KKR dan KPI (kebaktian penyegaran Iman).
Misi yang dilakukan IM untuk memberkati tubuh kristus tidak bisa dilepaskan dari sinode IFGF sebagai founder pelayanan ini, maka dari itu IM sendiri adalah perpanjangan tangan pelayanan misi gereja-gereja IFGF secara khusus dimana IM berada. Untuk NTT dan sekitarnya IM telah berkoordinasi bersama IFGF Kupang (Ps Sigus), IFGF Bali (Ps Don), dan IFGF Ende (Ps Urbanus) untuk melakukan misi di wilayah masing masing di bulan Oktober.
Terhitung ada sekitar 7 lokasi yang di layani oleh pelayanan IM bekerjasama dengan komunitas kristen dan gereja diantaranya
- Atambua; GMIT Polycarpus (kehadiran 100 orang) ; 3 September
- Desa Bani bani; GBI (kehadiran 200 orang) ; 4 September
- Desa Hoineno; GMIT Talitakum (kehadiran 200 orang) ; 11 September
- Desa Nefoneke; GMIT Imanuel (kehadiran 350 orang) ; 17 September
- SMP 3 Soe; GMIT Klasis (kehadiran 450 orang) ; 24 September
- Soe, GMIT Maranatha (kehadiran 150 orang) ; 25 September
- Kupang, Taman kota Gepe (kehadiran 100 orang) ; 27 September
Memasuki bulan Oktober, di tanah Timor NTT di sambut dengan pergantian musim menuju musim penghujan. Untuk melakukan crusade outdoor yang sudah direncanakan sebelumnya benar-benar bergantung dengan cuaca dimana saat itu hampir setiap hari hujan.
Ada dua kegiatan yang dilakukan IM pada bulan Oktober, yaitu
- Desa Makwar, Betun NTT
Bersama teman teman persekutuan doa, IM melaksanakan kegiatan KKR pada 1 Oktober yang dihadiri oleh 250 orang. Dan di sela-sela itu juga dilakukan kegiatan penginjilan dari rumah ke rumah. - Desa Belo, Kupang NTT
KKR yang diadakan di desa belo berkat kerjasama yang baik dengan teman teman IFGF Kupang, persiapan 2 minggu ini nyaris batal karena kondisi cuaca di lapangan. Tapi, puji Tuhan karena kemurahanNYA, hujan tidak turun sehingga KKR berlangsung dengan baik dan dihadiri oleh sekitar 330 orang.
Selanjutnya, di bulan November, tim IM melanjutkan perjalanan ke desa oehela kota Soe. Desa yang berada di tengah hutan dengan medan jalan yang rusak berat, harus ditempuh dalam waktu 4 jam dari kota Kupang. Tim IM sempat tersesat ke desa OeHala, nama desa yang mirip sekali dengan desa Oehela. Untuk mencapai desa ini sangat tidak mudah karena harus melewati hutan rimbun, jalanan sempit, batu lepas (istilah orang timor menggambarkan tanah kerikil yang bisa menyeret ban mobil sehingga kendaraan dapat terguling masuk ke jurang). Tiba di desa oehala, tim melakukan kunjungan ke rumah-rumah; melakukan pelayanan konseling, mendoakan yang sakit dan pergumulan. Lalu di tanggal 6 November, diadakanlah KKR di desa Oehela dan dihadiri oleh sekitar 500 orang.
Kemudian perjalanan dilanjutkan ke pulau Lirang dengan menggunakan kapal sabuk nusantara atau tol laut. Pulau Liran atau Lirang adalah pulau terluar Indonesia yang terletak di Selat Wetar dan berbatasan dengan negara Timor Leste. Pulau Liran ini merupakan bagian dari wilayah pemerintah kabupaten Maluku Barat Daya, provinsi Maluku. Perjalanan selama dua hari dua malam dengan dengan cuaca yang bersahabat tim juga disuguhkan pemandangan yang indah, gugusan pulau-pulau di tanah timor cukup menghibur selama pelayaran yang cukup panjang.
Tiba di pulau Lirang, melakukan pelayanan di sekolah SMK kelautan pulau Lirang, berbagi pengalaman hidup kepada anak-anak kelas 3 yang berjumlah 25 siswa yang segera masuk ke jenjang perguruan tinggi. Dan di sela-sela pelayanan, tim juga membantu mengawasi usaha budidaya teripang yang berada di garis pantai pulau Lirang. Tim IM berada disini dari tanggal 9 – 23 November.
Berada di penghujung tahun 2022, di bulan Desember, perjalanan dilanjutkan ke 2 desa di pantar timur, kepulauan Alor, NTT. Perjalanan menggunakan tol laut (kapal perintis yang menghubungkan antar pulau kecil di indonesia) selama 12 jam, dilanjutkan dengan perjalanan darat menggunakan truk, Setelah 3 jam perjalanan yang melelahkan tim tiba di desa Tamalabang, bersiap untuk melakukan door to door evangelism diteruskan KKR di malam hari.
3 hari berada di desa Kabir, tim IM bergerak ke arah timur pulau pantar menuju ke desa Kabir. Medan berat, jalan sempit yang rusak, tanjakan terjal, kanan kiri jurang, terhapuskan oleh pemandangan yang indah dari gugusan pulau Alor.
Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan
– Markus 10:45 –
nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.
Selanjutnya: ISLAND MISSION FEBRUARI 2023

