Tuhan yang Memulihkan
Dalam Kejadian 3, kita membaca tentang kejatuhan manusia ke dalam dosa. Hubungan yang awalnya dekat dengan Allah menjadi terganggu. Namun bahkan di dalam kejatuhan itu, kita melihat karakter Allah sebagai Tuhan yang memulihkan. Ia tidak meninggalkan Adam dan Hawa dalam rasa malu mereka — Ia mencari mereka, menutup mereka, dan memberikan janji pemulihan melalui keturunan perempuan itu.
Alkitab berkata:
Sebab Aku akan mendatangkan kesembuhan bagimu, Aku akan mengobati luka-lukamu, demikianlah firman TUHAN,
(Yeremia 30:17 TB)
Pemulihan Allah bukan sekadar kembali ke keadaan semula, tetapi transformasi yang mendalam: hati yang hancur disembuhkan, hubungan yang retak direkatkan, dan hidup yang patah dipulihkan untuk tujuan-Nya.
Every restoration begins with surrender.
Tahun ini, mari kita buka hati kita bagi pekerjaan pemulihan Allah. Jangan menutup diri karena rasa takut, rasa malu, atau ketidakpastian. Izinkan Roh Kudus:
• Mengungkap apa yang perlu disembuhkan di dalam diri kita
• Mengeluarkan hal-hal yang menghambat hubungan kita dengan Tuhan
• Memulihkan kasih yang dingin menjadi kasih yang bersemangat
• Menyembuhkan hubungan yang rusak di dalam keluarga dan gereja
• Menempatkan kembali panggilan kita di atas hidup kita.
Sebagai gereja IFGF, kita dipanggil untuk menjadi rumah yang memulihkan — tempat di mana orang-orang yang terluka menemukan kasih, pengharapan, dan tujuan. Mari menyerahkan segala sesuatu kepada Tuhan setiap hari dalam doa, firman, dan komunitas kasih. Izinkan Dia bekerja bahkan dalam hal-hal yang tampaknya tidak mungkin dipulihkan.
Sumber: Ps. Dave Rustanto (Direktur Doa Global)