Pastoral Hub
top
i

IFGF Global

BAHAYA TIDAK MENDENGARKAN SUARA TUHAN


Allah Masih Berbicara Hari Ini!


Allah bukan hanya berbicara kepada Samuel di masa lalu, tetapi Dia masih berbicara kepada anak-anak-Nya hingga hari ini. Tuhan tidak pernah berhenti menyatakan kehendak-Nya kepada umat-Nya, baik melalui firman-Nya, Roh Kudus, maupun berbagai cara lainnya. Yesus sendiri berkata:

“Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,”
(Yohanes 10:27 TB)

Ini berarti setiap anak Tuhan memiliki kesempatan untuk mendengar suara-Nya dan dipimpin oleh-Nya. Namun, masalahnya bukan apakah Tuhan masih berbicara, melainkan apakah kita siap untuk mendengar? Jika kita tidak lagi mendengar suara Tuhan, itu bukan karena Dia diam, tetapi bisa jadi karena ada sesuatu dalam hidup kita yang menghalangi kita untuk menangkap suara-Nya.


Jika kita terus mengabaikan suara Tuhan, ada tiga bahaya besar yang akan terjadi dalam hidup kita:


1. Kehilangan Arah Hidup

Tanpa suara Tuhan sebagai kompas, kita akan mudah tersesat dalam keputusan hidup. Kita akan mengandalkan hikmat sendiri yang terbatas, sehingga berisiko membuat pilihan yang salah dan merusak masa depan kita.

“Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut.”
(Amsal 14:12 TB)

2. Hati Menjadi Keras dan Tidak Peka

Semakin kita mengabaikan suara Tuhan, semakin hati kita menjadi kebal terhadap teguran dan tuntunan-Nya. Ini bisa membuat kita jatuh dalam dosa tanpa rasa bersalah, hingga akhirnya jauh dari hadirat Tuhan.

“Mereka membuat hati mereka keras seperti batu amril, supaya jangan mendengar pengajaran dan firman yang disampaikan TUHAN semesta alam melalui roh-Nya dengan perantaraan para nabi yang dahulu.”
(Zakharia 7:12a TB)

3. Kehilangan Perlindungan dan Berkat Tuhan

Ketika kita tidak mendengar suara Tuhan, kita akan berjalan sendiri tanpa perlindungan-Nya. Kita bisajatuh dalam jebakan musuh, mengalami kegagalan, atau kehilangan damai sejahtera dan berkat yang Tuhansediakan bagi kita.

“Tetapi umat-Ku tidak mendengarkan suara-Ku, dan Israel tidak suka kepada-Ku.

Sebab itu Aku membiarkan dia dalam kedegilan hatinya;
biarlah mereka berjalan mengikuti rencananya sendiri!”

(Mazmur 81:11-12 TB)

Mendengar suara Tuhan adalah kunci untuk hidup dalam bimbingan, perlindungan, dan berkat-Nya. Jika kita merasa suara-Nya semakin samar, kita harus segera mencari-Nya kembali melalui doa, firman, dan ketaatan agar tidak jatuh dalam bahaya ini. Tuhan rindu berbicara kepada kita—apakah kita siap untuk mendengar?


Sumber: Ps. Dave Rustanto (Koordinator Doa Global)

Post a Comment