Pastoral Hub
top
i

IFGF Global

Resilience to Rise

Resilience to Rise

Pada tanggal 19 – 20 Juni 2021 lalu, IFGF Canberra mengadakan retreat yang bertepatan dengan musim dingin di kota Canberra yang juga merupakan ibukota Australia. Tema yang diusung dalam retreat kali ini adalah “Resilience to Rise (Tangguh untuk Bangkit)” yang diambil dari Kitab Mazmur 37:23-27 sebagai jemaat yang mempersiapkan hati dan pikiran mereka untuk tabah dan tangguh di tengah-tengah kami.

Di dalam hidup, kita tidak hanya menemukan hal yang menyenangkan tetapi tak jarang juga kita diperhadapkan kepada tantangan dan permasalahan hidup. Dibutuhkan perjuangan untuk kembali bangkit saat menghadapi hal tersebut, baik yang terjadi dalam keluarga, sekolah, tempat kerja, pasar, pelayanan dan bahkan di gereja, karena saat kita memilih untuk kembali berdiri dan bangkit, kerap kali Tuhan justru membawa kita ke tempat yang jauh lebih tinggi yang bahkan tidak pernah terbayangkan sebelumnya.

Retreat IFGF Canberra yang berlangsung selama dua hari satu malam ini, diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari ibadah dan sesi pengajaran Alkitab, permainan yang menyenangkan, malam Ibadah dan Doa (bersama Kezia Elim dari IFGF Praise dan IFGF Surabaya), penampilan berkelompok, berbagi kehidupan dan kesaksian, makan bersama mulai dari sarapan hingga makan malam, dan akhirnya ditutup dengan Ibadah Minggu dan Perjamuan Kudus.

Kami bersyukur dapat menghadirkan pembicara dari gereja-gereja IFGF lain untuk berbagi dan mengajari kami tentang menjadi umat Tuhan yang tangguh dalam berbagai aspek kehidupan, baik dalam kapasitas kami sebagai orang percaya dalam kehidupan (oleh Ps Wendy Kurniawan dari IFGF Canberra), dalam pelayanan dan gereja (oleh Ps Jonathan Kasmin dari IFGF Bandung), dalam keluarga dan hubungan (oleh Ps Budi Hidajat dari IFGF Semarang), dan bahkan bagaimana kita menghilangkan keraguan terlepas dari kesulitan/masalah/tantangan di sekitar kita (diberikan oleh Ps Raymond Njotorahardjo dari IFGF Surabaya).

Setiap orang memiliki waktu yang indah dihabiskan bersama sebagai tubuh Kristus dalam ikatan yang kuat seperti dalam keluarga atau pun persekutuan orang muda. Dalam retreat ini, para peserta dapat dengan kuat merasakan dan merasakan arti RUMAH sebenarnya meskipun secara kasat mata jauh dari rumah. Para peserta merasa dikuatkan secara fisik, mental dan spiritual dan diingatkan kembali bahwa kita tidak sendirian dalam perjalanan hidup ini.

Semoga setiap peserta terus tetap melekat dengan Tuhan dan mengalami pertumbuhan hingga berbuah dalamNYA meskipun retreat telah usai. Dan dapat berdiri dengan tegak dan kembali bangkit apapun tantangan hidup yang dihadapi.

TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang  tangannya  

– Mazmur 37:23-24 –

Next: BAPTISM AND PASTOR ORDINATION

Post a Comment