Pastoral Hub
top
i

IFGF Global

IFGF GLOBAL HADIRKAN WADAH KEBERSAMAAN BAGI WANITA DALAM MUSIM KEHIDUPAN YANG BARU


IFGF Global mengadakan pertemuan perdana “Sahabat Pengharapan,” sebuah komunitas yang secara khusus dibentuk bagi para wanita yang merupakan Pendeta Lisensi IFGF maupun istri dari Pendeta Lisensi IFGF yang suaminya telah berpulang ke rumah Bapa di surga.

Sahabat Pengharapan hadir sebagai ruang bagi para anggotanya untuk saling mendukung dan menguatkan, membangun kebersamaan, serta terus bertumbuh bersama dalam iman. Melalui komunitas ini, setiap anggota diharapkan dapat menjalani setiap musim kehidupan dengan tetap berpegang pada pengharapan dan penyertaan Tuhan.

Komunitas ini dipimpin oleh Pdt. Em. Hanna Kristanto dan saat ini beranggotakan 13 wanita dari keluarga besar IFGF Global. Dalam pertemuan perdana tersebut, delapan peserta hadir dan mengambil bagian dalam suasana kebersamaan yang hangat, terbuka, dan saling mendukung.



Lebih dari Ceritaku

Pertemuan pertama menghadirkan Pdm. Lina Waharti sebagai pembicara yang membawakan materi bertajuk “More Than My Story.”

Melalui sesi tersebut, para peserta diajak untuk melihat kembali perjalanan kehidupan mereka, bukan hanya berdasarkan apa yang telah terjadi di masa lalu, tetapi juga dari perspektif identitas, pengharapan, dan karya Tuhan yang terus berlangsung dalam kehidupan mereka.

Salah satu bagian dari sesi tersebut mengajak para peserta melakukan self check-up atau refleksi pribadi. Mereka diajak untuk mengevaluasi bagaimana mereka memandang nilai diri, menerima keadaan hidup saat ini tanpa terus menyalahkan diri sendiri, tetap memiliki pengharapan akan masa depan, berani mengakui rasa lelah maupun kebutuhan akan pertolongan, serta menyediakan ruang untuk merawat diri di tengah berbagai tanggung jawab kehidupan.

Materi juga menekankan pentingnya untuk tidak membiarkan kegagalan maupun pengalaman masa lalu menjadi penentu identitas seseorang. Para peserta diingatkan bahwa mereka tidak harus selalu terlihat kuat, tetapi dapat memiliki orang-orang yang dipercaya sebagai tempat berbagi dan berjalan bersama.

Di atas semuanya, keyakinan bahwa Tuhan tetap menyertai dan memiliki rencana yang baik menjadi dasar untuk terus melangkah ke depan.

Identitasku di Dalam Dia

Melalui firman Tuhan dalam Yesaya 41:10, para peserta kembali diingatkan bahwa Tuhan hadir untuk meneguhkan, menolong, dan menopang umat-Nya.

Sesi kemudian membawa peserta kepada salah satu pesan utama, yaitu “My Identity Is in Him.”

Identitas seseorang tidak ditentukan hanya oleh apa yang dikerjakan, dimiliki, ataupun pengalaman yang telah dilewati. Identitas setiap pribadi berakar di dalam Tuhan yang menciptakan, mengenal, mengasihi, dan memanggil mereka sebagai milik-Nya.

Ceritaku Belum Usai


Pesan “My Story Is Not Over” juga menjadi penguatan bahwa kehilangan bukanlah akhir dari seluruh perjalanan kehidupan.

Mengacu pada Yesaya 43:18–19, para peserta diajak untuk percaya bahwa Tuhan tetap sanggup mengerjakan sesuatu yang baru dan membuka jalan dalam musim kehidupan berikutnya.

Sesi ditutup dengan sebuah pengingat bahwa setiap babak baru tetap memiliki Penulis yang sama: Tuhan. Setiap halaman memiliki tujuan, setiap musim memiliki makna, dan setiap perjalanan dapat menyatakan kesetiaan-Nya.

Pertemuan perdana ini menjadi langkah awal bagi hadirnya sebuah komunitas yang diharapkan lebih dari sekadar tempat berkumpul. Sahabat Pengharapan hadir sebagai ruang yang aman untuk berbagi cerita, membangun persahabatan, saling menopang, dan bertumbuh bersama di dalam Tuhan.

Melalui komunitas ini, IFGF Global berharap setiap wanita yang menjalani kehidupan setelah kehilangan pasangan dapat kembali menemukan kekuatan dan pengharapan untuk melangkah ke depan menyadari bahwa mereka tidak berjalan sendirian, bahwa identitas mereka tetap utuh di dalam Tuhan, dan bahwa kisah kehidupan mereka belum selesai.


IFGF GLOBAL

Post a Comment