BERJALAN DENGAN INTEGRITAS
Di dunia yang mengalami pergeseran nilai dan pesan yang sering kali bertentangan, pria yang berjalan dengan integritas menjadi semakin langka. Teman-teman sering berbicara satu hal tetapi bertindak berbeda. Para pemimpin membuat komitmen tanpa berniat untuk menepatinya. Perkataan dan tindakan banyak tokoh masyarakat tidak sejalan dengan nilai-nilai yang mereka nyatakan. Di manakah kita dapat menemukan pria-pria yang hidupnya benar-benar utuh, yang hati, pikiran, dan tindakannya selaras dengan integritas? Masih adakah pria yang benar-benar berjalan dalam integritas?
Sebagai pria Kristen, kita dipanggil untuk menjadi murid Kristus di bumi ini. Ada perbedaan besar antara menjadi pengikut Kristus dan murid Kristus. Seorang pengikut suka mendengarkan ajaran dan khotbah yang luar biasa tetapi jarang mempraktikkannya. Seorang pengikut hanya mengikuti demi mendapatkan keuntungan. Namun, seorang murid adalah seseorang yang mengikuti meskipun menyakitkan. Seorang murid adalah seseorang yang tidak hanya mengikuti tetapi juga mengizinkan Kristus mengarahkan dan mengubah seluruh keberadaannya untuk menjadi semakin serupa dengan-Nya.
Integritas adalah hasil dari pekerjaan Tuhan dalam diri kita. Dalam Perjanjian Lama, kata Ibrani yang diterjemahkan sebagai “integritas” berarti “kondisi tanpa cacat, kelengkapan, kesempurnaan, ketulusan, kesehatan, kejujuran, dan keutuhan.” Dalam Perjanjian Baru, “integritas” mengacu pada “kejujuran dan kepatuhan pada pola perbuatan baik.”
Siapa bersih kelakuannya, aman jalannya, tetapi siapa berliku-liku jalannya, akan diketahui.
(Amsal 10:9 TB)
Berjalan dengan integritas sebagai seorang Kristen tidak berarti kita harus menjadi sempurna; tidak ada yang sempurna kecuali Yesus. Berjalan dengan integritas berarti tetap berpegang teguh pada prinsip-prinsip iman dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Hal ini melibatkan refleksi dari ajaran Yesus Kristus, baik dalam aspek pribadi maupun publik dalam kehidupan kita.
Seorang pria yang hidup tanpa menyembunyikan apa pun, tanpa kehidupan ganda, tetapi hidup dengan integritas dapat berjalan dengan aman dan berani. Tidak ada kecemasan karena takut dosa dan komprominya ketahuan.
Bagaimana kita bisa berjalan dengan integritas sebagai orang Kristen?
1. MEMAHAMI DAN MENERIMA IDENTITAS KITA DALAM KRISTUS
Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru:
yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.
(2 Korintus 5:17 TB)
Hidup dan berjalan dengan integritas dimulai dengan pemahaman yang jelas tentang siapa diri kita di dalam Kristus. Identitas kita berakar pada hubungan kita dengan-Nya. Kita harus terlebih dahulu melihat kepada Tuhan, yang bukan hanya teladan integritas kita, tetapi juga yang memampukan kita untuk hidup jujur dan lurus. Kita harus berpaling kepada Firman Tuhan, yang membuat kita tetap berakar pada kebenaran dan memberikan panduan praktis tentang seperti apa integritas dalam kehidupan sehari-hari. Kita harus membenamkan diri dalam Firman Tuhan, doa, dan penyembahan, karena fondasi rohani ini akan menuntun tindakan dan keputusan kita.
2. BERTEKAD DALAM HATI ANDA
Daniel bertekad untuk tidak menajiskan dirinya dengan…
(Daniel 1:8 BIMK)
Daniel menunjukkan bagaimana mengatasi ujian yang sulit. Alkitab mengatakan bahwa Daniel “bertekad dalam hatinya bahwa ia tidak akan menajiskan dirinya.” Dengan kata lain, ia memutuskan sebelumnya bahwa ia akan berjalan dengan integritas. Daniel telah memutuskan sebelumnya bahwa dia tidak akan berkompromi. Dia tidak akan membiarkan apa pun di dunia ini merampas atau mencemari hubungannya dengan Allah.
Kita harus membuat keputusan seperti yang dilakukan Daniel. Kita harus memutuskan terlebih dahulu bahwa apa pun yang kita lakukan di dunia ini, kita akan melakukannya tanpa mengikuti dunia atau budaya tempat kita berada, dan kita akan berjalan dengan integritas apa pun yang terjadi.

Setelah kita membangun fondasi rohani untuk membimbing kita-dengan mengetahui siapa diri kita di dalam Kristus dan dengan memutuskan di dalam hati bahwa, apa pun kondisi dan keadaan kita, kita tidak akan menjadi serupa dengan pola dunia ini (Roma 12:2)-saatnya bagi kita untuk mulai berjalan dengan integritas melalui kuasa Tuhan.
Integritas orang jujur akan memimpin mereka…
(Amsal 11:3a TB)
Sumber: Jerry Ruslim (Koordinator Pria Global)