BACK TO BASIC: MENYATUKAN VISI DAN MEMBANGUN KOTA DI EAST INDONESIA REGIONAL CONFERENCE
BALI – inilah penyelenggaraan East Indonesia Regional Conference pada tanggal 1–2 Mei 2026. Mengusung tema “BACK TO BASIC”, konferensi ini diadakan di IFGF Kuta Bali, dengan Pastor Yohanes Kusika dan Pastor Vaico Mamola bertindak sebagai tuan rumah yang hangat.

Pertemuan strategis ini bertujuan untuk menyatukan kembali gereja-gereja IFGF yang tersebar di wilayah Sulawesi, Maluku, Papua, Bali, dan Nusa Tenggara. Melalui konferensi ini, seluruh pelayan Tuhan diajak untuk semakin selaras dengan visi dan misi DNA IFGF: People is our mission, connect with God, and make disciples. Ini adalah sebuah panggilan untuk kembali kepada tujuan fundamental gereja dan membangun dasar yang benar dalam pelayanan.
Tantangan untuk Membangun Kota dan Menjaga Iman Sepanjang dua hari konferensi, para peserta diberkati berbagai pesan – pesan berikut :
Membangun Lebih dari Sekadar Gereja:
Region X Director, Ps. Yo Kusika, memberikan tantangan yang menggugah kepada seluruh gereja di Indonesia Timur. Beliau menekankan agar gereja tidak hanya berfokus membangun gedung atau jemaat secara internal, tetapi juga harus turun tangan membangun kota demi terciptanya Indonesia Timur yang lebih baik dan berdampak.

Ketaatan di Tengah Tantangan:
VP Pastor Jonathan Kasmin hadir untuk menguatkan para pastors dan leaders. Beliau berpesan agar setiap pemimpin tetap memiliki iman yang teguh, fokus pada panggilan Tuhan, dan berjalan dengan ketaatan penuh seperti nabi Elia, yang terus setia meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan.

Memperlengkapi Penyembah Sejati dan Generasi Muda Selain kepemimpinan, konferensi ini juga menyoroti dua pilar penting gereja: penyembahan dan generasi penerus.
Pastor Joshua Artono (Global Praise Pastor IFGF) membagikan esensi dari penyembahan, mengingatkan jemaat bahwa worship bukanlah tentang panggung yang gemerlap atau pertunjukan, melainkan tentang sikap hati yang sungguh-sungguh menyembah Tuhan.

Pastor Michelle Efferin (Next Gen Pastor IFGF Bandung) memberikan penekanan kuat mengenai urgensi memuridkan generasi muda. Beliau mengajak para pemimpin untuk memberikan ruang dan kesempatan berkarya bagi anak-anak muda sejak dini, agar generasi ini dapat dimenangkan dan pada akhirnya mampu memenangkan lebih banyak jiwa bagi Kristus.

Relevan di Era Digital: Pelatihan Praktis Menyadari pentingnya adaptasi teknologi dalam penginjilan, konferensi ini tidak hanya berisi sesi khotbah, tetapi juga memperlengkapi peserta dengan keterampilan praktis. Para pemimpin mengikuti tiga workshop yang dipersiapkan khusus untuk menjawab kebutuhan pelayanan di Indonesia Timur, yaitu:
- Desain kreatif menggunakan Canva.
- Pengelolaan media sosial gereja yang efektif.
- Broadcasting (penyiaran) sederhana untuk mendukung penginjilan online.

Komitmen yang Mengalahkan Jarak Antusiasme akan hadirat Tuhan terlihat dari kehadiran kurang lebih 50 peserta yang datang mewakili hampir seluruh wilayah Indonesia Timur. Kehadiran mereka menjadi bukti komitmen dan semangat pelayanan yang luar biasa, mengingat mereka harus menempuh jarak yang jauh dan menghadapi harga tiket pesawat yang sedang tinggi untuk bisa berkumpul di Bali.

Konferensi ini ditutup dengan semangat persatuan yang baru. IFGF Indonesia Timur kini melangkah maju bukan dengan kekuatan sendiri, melainkan dengan fondasi yang telah dikalibrasi ulang: Back to Basic!
IFGF Global News